Pentingnya Jaga Kesehatan Psychological Anak Di Tengah Pandemi

Written by Mono on March 14, 2021 in LIP with no comments.

Larangan untuk beraktivitas seperti biasa membatasi diri mereka dalam mengekspresikan perasaan. Jangan heran jika anak-anak menjadi lebih mudah rewel dan murung selama menghabiskan waktu di rumah. Misalnya saja, film marathon kartun atau tema-tema film yang mengandung pembelajaran, memasak makanan atau bikin kue bersama dengan anak. Jika di rumah memiliki halaman, orangtua juga bisa melibatkan anak untuk berkebun, seperti menanam bunga, pohon sayur atau buah, merawat tanaman dan sebagainya. Misalnya menanyakan pembelajaran yang orangtua tidak paham, nilai anak dan lainnya.

Sewaktu anak mengalami kendala atau kesulitan, Smart Parents perlu menenangkan mereka dan membantu mereka mencari solusi yang terbaik. Bantuan sekecil apapun dari Anda akan membuat anak merasa tidak sendiri dan ada orang lain yang peduli pada masalah yang mereka hadapi. “Keluarga bisa menjadi faktor protektif, namun juga pemicu munculnya gangguan psychological,” ujarnya.

Jumlah konsultasi dengan dokter kejiwaan masih tercatat naik hingga puncak yang ada di bulan Mei. “Sebagai ibu, kamu pegang kendali penting supaya tidak masuk ke jurang. Figur yang kuat untuk melindungi anak dan mendampingi anak untuk melewati masa-masa sulit,” ungkap Vera.

Sebaliknya, anak yang sehat fisik dan mentalnya akan dengan mudah mengatasi berbagai tantangan dalam hidup. Mereka akan dengan mudah beradaptasi dengan bermacam-macam tantangan dan permasalah di kehidupan sosialnya. Hal terakhir yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan anak adalah menjadi contoh yang baik. Banyak hal yang bisa ajarkan kepada anak di tengah situasi pandemi COVID-19. Misalnya, Anda dapat memberikan contoh kepada anak bagaimana cara menjaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan, atau berolahraga di rumah, hingga melakukan beragam hobi yang menyenangkan di rumah.

Kesehatan mental anak adalah hal yang penting

Ketidakpastian akan hari esok, kecemasan akan kesehatan diri dan keluarga, karantina di rumah dan pembelajaran jarak jauh dapat mengakibatkan terganggunya kesejahteraan emosional anak. Jakarta – Kesehatan psychological anak tidak boleh diabaikan oleh seluruh orang tua, terutama di masa pandemi Corona sekarang ini. Ini sangat penting untuk membentuk karakter sang buah hati hingga mereka dewasa nanti.

“Agar anak dapat memahami perlakuan yang dia dapat dari orang lain dan paham tidak melakukannya kepada orang lain,” kata Rayi. Alih-alih terus memarahi anak karena tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan, sikap terbuka yang Anda berikan kepada anak bisa menjadi cara mereka untuk memiliki mental Situs Bola Online kuat. Ketika dalam kenyataannya anak Anda belum bisa mendapat nilai yang baik, ajak anak untuk berkomunikasi.

Jika tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu selalu terjaga, kualitas hidup keluarga pun meningkat. Widayat Mintarsih menyampaikan, diselenggarakan web dalam seminar ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam menjaga kesehatan mental masyarakat. Dewi Tjakrawinata menuturkan anak-anak perlu diajarkan pelbagai hal untuk melindungi kesehatan mentalnya. Seperti mengenai cara mengelola emosi secara positif, mengenali emosi diri sendiri dan orang lain, cara untuk tetap gembira selama pandemi, mengisi waktu dengan kegiatan positif, dan mengurangi waktu bermain media sosial. Saatnya orangtua atau keluarga lainnya menciptakan aktivitas menarik, seperti membangun rumah pohon, mencari jejak, mencari harta karun, atau bermain “petak jongkok”.

Pencegahan terjadinya gangguan kejiwaan pada remaja dan orang muda perlu diawali dengan pemahaman yang benar dan langkah yang tepat. Peran pemerintah menjadi sangat sentral untuk mendorong upaya investasi jangka panjang yang sangat menentukan bagi kokohnya bangsa ini. Tentu saja partisipasi berbagai sektor, elemen masyarakat, profesional juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerintah. Berbagai sosialisasi, edukasi dan pelatihan perlu dilakukan sampai menjangkau ke lapisan masyarakat paling bawah. Dia mengatakan anak-anaknya diminta oleh guru-guru menceritakan tentang kegiatan mereka saat akhir pekan.

Comments are closed.