Indonesia Masih Darurat Stigma Tentang Kesehatan Psychological

Written by Mono on March 12, 2021 in LIP with no comments.

Hal ini penting karena orang tua yang mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya cenderung menimbulkan masalah yang sama pada anak, walaupun terkadang tidak disadari. Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, penting untuk menjaga kesehatan psychological anak-anak. Sebab, gangguan dan masalah psychological pada masa kanak-kanak dapat memengaruhi cara anak belajar, berperilaku, atau menangani emosi mereka dapat mencakup ketidakmampuan belajar dan perkembangan. Beruntung, saat ini telah banyak masyarakat yang peduli akan kesehatan psychological.

Individu yang menerima dirinya dengan sepenuh hati, menghargai secara utuh baik kekuatan maupun keterbatasan mereka, memahami apa makna hidup mereka akan memiliki self value yang baik. Self price adalah istilah dalam psikologi yang menunjukkan seberapa besar seorang individu menghargai dirinya secara utuh. “Yang lebih mengkhawatirkan, dia sulit mencapai kualitas hidup yang baik dan produktif terutama di masa dewasa muda dan dewasa selanjutnya,” ucap Annelia.

Kesehatan mental anak adalah hal yang penting

Di rumah, Smart Parents perlu mengawasi perilaku dan kebutuhan anak dengan bijak. Misalnya, konten dan waktu yang mereka habiskan untuk bermain gadget atau dengan siapa saja mereka berinteraksi di media on-line. Anda juga perlu memilih kata-kata yang tepat sewaktu berdiskusi dengan anak perihal masalah keluarga agar mereka mengerti dan tidak khawatir. Suasana yang menyenangkan di rumah bisa membuat anak bebas dari beban pikiran dan perasaan, Smart Parents. Selain itu, orang tua selalu berkomunikasi dengan gurunya untuk memastikan proses belajar mengajar di rumah tetap berjalan dengan baik, sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Maka tak heran jika banyak masyarakat mengalami gangguan mental di tengah pandemi penyakit yang ditimbulkan oleh virus novel corona tersebut. Beberapa gangguan psychological yang kerap timbul dewasa ini misalnya mudah terbawa emosi, stres, cemas berlebihan, depresi, dan sebagainya. Kementerian Kesehatan telah berupaya menangani isu kesehatan mental anak dan remaja selama masa pandemi dengan membuat regulasi yang berfokus pada terwujudnya masyarakat yang peduli pada kesehatan mental. Untuk mencapai sehat fisik selain orangtua di rumah, guru memiliki peran untuk memberikan pengajaran yang berhubungan dengan kebugaran. Materi pendidikan kesehatan jasmani diterapkan sejak jaman berkembangnya pendidikan indonesia hingga saat ini.

Miliki tidur yang berkualitas dengan merilekskan diri sebelum jadwal tidur, mendengarkan musik yang menenangkan dan membuat suasana kamar menjadi nyaman seperti dengan aromaterapi. Aktifitas fisik dapat memompa endorphin dan zat kimia alami lainnya yang dapat meningkatkan Tembak Ikan Terpercaya rasa nyaman. Olahraga juga dapat membuat membuat seseorang berfokus pada gerakan, meningkatkan suasana hati dan mengurangi perasaaan buruk. Depresi berpotensi dialami oleh anak-anak karena tekanan dari ketidakpastian dan keterbatasan yang mereka dapatkan selama pandemi.

Sediakan waktu dengan anak, untuk melakukan video name dengan keluarga jauh ataupun teman-temannya agar bisa mengurangi kecemasan dan mengobati rasa rindu anak. Selain itu, meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai juga bisa kamu pertimbangkan. Pasalnya menurut penelitian, menunjukkan bahwa memiliki hobi dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih rendah. Tidak terlalu sering membicarakan Virus Corona atau dengan mencari pengalihan suasana dengan kegiatan menyenangkan dan hal yang produktif dinilai bisa mengurangi kecemasan dan membuat remaja merasa tidak terlalu terbebani. Pahami pula bahwa tidak semua informasi dan berita yang kita lihat atau baca di TV dan di web adalah benar. Untuk menghindarkan diri dari berita tidak benar atauhoax, kamu perlu membaca referensi dariwebsiteresmi pemerintah danWHO.

Banyak pekerja yang harus mengalami pengurangan atau kehilangan penghasilan selama pandemi berlangsung. Kamu pun bisa mendukung mereka dengan cara memakai produk dan jasa yang mereka tawarkan atau sekadar bersedekah. Memberikan kesempatan anak untuk tetap bermain, memberikan jadwal seperti di sekolah kapan dia harus belajar dan kapan dia harus bermain. Pandemi COVID-19 yang telah mewabah dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, telah banyak mempengaruhi pranata sosial dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Pola interaksi antara individu berubah, tatanan sosial juga ikut berubah seiring dengan dampak ikutan atau domino effect dari pandemic global yang memicu badai ekonomi dan kebijakan negara-negara dunia. “Cara-cara keluarga dalam mengekspresikan dan mengomunikasikan sesuatu bisa membentuk kesehatan atau justru kesakitan psychological anak,” terangnya Rabu (5/10) di Fakultas Psikologi UGM.

Cara mengatasinya adalah membuat anak menyadari bahwa mereka stres, lalu mengetahui di mana dan bagaimana untuk menanganinya. Tak hanya itu, rehat dari berita mengenai pandemi, menjaga diri, meluangkan waktu untuk melepas lelah, dan tetap terhubung dengan saudara atau teman dekat. Seorang anak juga memiliki perasaan yang perlu didengarkan dan dihargai oleh orangtuanya.

Selain itu, pembatasan sosial juga membuat anak dan remaja merasa bosan karena harus berdiam diri di rumah dan tidak bisa berinteraksi dengan teman-temannya. Kami percaya bahwa di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, banyak masyarakat Indonesia yang bingung dan mungkin tertekan dengan perubahan yang sangat tiba-tiba dalam kehidupannya. Karena itu, layanan telemedicine seperti Halodoc ini dapat menjadi alternatif yang tepat untuk memberikan solusi kejiwaan di tengah peraturan untuk melakukan bodily distancing,” ungkap Wakil Ketua IPK Indonesia, Drs. Menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psikolog Anak dan Remaja, sangat wajar bila ibu mengalami stres, cemas, dan takut di tengah pandemi. Untuk mengurangi perasaan tersebut, Vera mengakui bahwa memprioritaskan sesuatu bisa membantu.

Comments are closed.