Giant Resmi Pamit Dari Indonesia

Written by Mono on March 20, 2021 in LIP with no comments.

Dengan demikian, Giant Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Tanah Air mulai hari ini Minggu 1 Agustus 2021. Hal tersebut selaras dengan keputusan PT Hero Supermarket Tbk selaku pengelola, yang memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia per akhir Juli 2021. Salah satu karyawan, Shinta Puspita, melalui unggahan akun Tiktok-nya menggambarkan bagaimana hari-hari Tembak Ikan Terpercaya terakhir di gerai Giant Dramaga. Ia merasakan bagaimana hari-hari terakhir menjelang penutupan gerai itu. Sebagai bagian dari fokus baru ini, Hero Supermarket akan mengubah setidaknya lima gerai Giant menjadi IKEA sehingga dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan. Perseroan juga tengah mempertimbangkan untuk mengubah gerai Giant lainnya menjadi gerai Hero Supermarket.

Supermarket Giant tutup toko

Saat ditanya mengenai complete gerai Giant yang telah ditutup selama pandemi COVID-19, Dicky enggan mengungkapnya. Namun, dirinya menekankan bahwa pihaknya tengah melakukan transformasi bisnis. Selain itu, PT Hero Supermarket juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.

Namun, saat ini perseroan tidak dapat memastikan berapa banyak toko gerai yang akan berhasil dijual ke pihak ketiga. Hero Group menyatakan akan mengalihkan fokus bisnisnya untuk pengembangan gerai IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Hero Group menyatakan akan mengalihkan fokus bisnisnya untuk pengembangan gerai IKEA, Guardian, dan Hero. Sementara itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, emiten perdagangan ritel masih akan bisa bertahan tetapi tergantung dari bisnis yang dijalankan dan pemilihan lokasi tempat usaha. Hal ini seiring minimarket seperti Alfamart dan Indomaret yang masih bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19.

“Sedangkan, Hero Supermarket akan menjadi satu-satunya bisnis ritel makanan perseroan,” kata Hadrianus seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Senin (14/6). Perusahaan juga menyatakan bakal tetap berinvestasi gerai, diikuti strategi peningkatan daya saing, efisiensi biaya dan meningkatkan produktivitas. “Giant sudah memiliki merek yang kuat, akan tetapi perlu regenerasi dan menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan konsumen,” ujarnya. Fitch menilai, kinerja Alfamart akan didukung kombinasi ekspansi toko dan pemulihan pertumbuhan penjualan. Selain itu, proposisi bisnis hypermarket dalam hal space toko yang lebih besar juga menghasilkan biaya operasional yang lebih tinggi dalam hal sewa dan tenaga kerja untuk dijalankan dibandingkan minimarket. Proposisi bisnis hypermarket dalam hal area toko yang lebih besar juga menghasilkan biaya operasional yang lebih tinggi dalam hal sewa dan tenaga kerja untuk dijalankan dibandingkan dengan minimarket.

Keputusan ini diambil sebagai respons cepat untuk menghadapi beradaptasi terhadap perubahan pasar. Terutama, beralihnya konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir. Ia menambahkan, pihaknya akan tetap memperkuat proposisi pelanggan dalam bisnis makanan dan juga bisnis yang lain yaitu toko kesehatan dan kecantikan Guardian dan IKEA, yang berkinerja baik.

Comments are closed.