Usaha dari rumah yang menghasilkan

Ancaman Kesehatan Mental Siswa Pada Masa Pandemi

Dan koneksi internet membuat proses pembelajaran menjadi lebih sulit.” – Rosa, seorang guru di Bekasi yang putrinya bersekolah di sekolah swasta dan sedang menjalani pembelajaran online. Sebanyak 1 dari 4 responden guru mengeluhkan terbatasnya kuota web Slot 2021, laptop, dan smartphone. Kendala ini juga dialami oleh orang tua yang tak mampu memberikan fasilitas pendukung untuk proses belajar anak.

Dampak ekonomi yang menurun dapat menyebabkan sulitnya memenuhi kebutuhan dasar anak, mulai dari makanan hingga kesehatan. Selain itu, kolaborasi yang inovatif dapat mengatasi berbagai keluhan selama menjalani belajar on-line. Ini akan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan baik di masa kini maupun masa mendatang. Sistem PJJ yang berbasis teknologi tentu mengharuskan lembaga pendidikan, guru, siswa bahkan orang tua agar cakap teknologi. Ini tentu berdampak positif karena penggunaan teknologi dalam pendidikan selaras dengan era Revolusi Industri four.0 yang terus merangsek maju. Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua maka jelas yang harus banyak terlibat adalah orang tua, dari mulai penguasaan teknologi, pengadaan sarana prasarana, kuota web dan pendampingan putra putrinya selama proses pendidikan menggunakan moda daring.

Sekolah dari rumah tentu saja memiliki kekurangan atau tantangannya tersendiri. Untuk itu, orangtua perlu melakukan pendampingan secara tepat agar anak-anak tetap nyaman selama belajar. Mewabahnya virus Covid-19 di seluruh dunia memberikan dampak yang sangat luas.

Retno menambahkan, meningkatnya angka anak putus sekolah dan menikah saat pandemi Covid-19 tersebut diketahui saat KPAI melakukan pengawasan penyiapan buka sekolah di masa pandemi. Terkait dengan prioritas pemberian vaksin Covid-19 yang tidak ditunjukkan kepada anak-anak, Nina menilai hal tersebut bukanlah menjadi hal utama yang harus dipersoalkan. Mengingat, berdasarkan regulasi terkini, vaksin Covid-19 diutamakan untuk kelompok usia 18 sampai 59 tahun dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan. Artinya, bagi kelompok anak-anak dan lanjut usia masih menunggu perkembangan dari vaksin tersebut.

Meskipun pemerintah telah mengambil banyak langkah secara tepat waktu untuk mendukung pembelajaran dari rumah, COVID-19 masih menjadi tantangan besar bagi pendidikan. Dengan asumsi bahwa sebagian besar sekolah tetap ditutup hingga akhir Juli, menurut perhitungan kami secara rata-rata, anak-anak akan kehilangan sekitar sepertiga dari apa yang seharusnya mereka pelajari dalam satu tahun. Pembelajaran berkaitan dengan kapasitas mereka untuk dapat menghasilkan sesuatu di masa depan, karena melalui pembelajaran, mereka mendapatkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi produktif.

Dampak covid bagi anak-anak

Tanpa kesempatan untuk membangun fondasi itu, Nosal memaparkan, anak-anak mungkin merasa lebih sulit untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti interaksi dengan teman sebaya, pemecahan masalah, dan harapan perilaku. Social distancing dianggap sangat panting dalam mencegah pandemi yang sekarang berlangsung karena hingga saat ini, belum ada vaksin untuk melindungi Bunda dan keluarga dari virus Corona. Kondisi guru di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Magelang pada khususnya tidak seluruhnya paham penggunaan teknologi, terutama guru guru yang menjelang pensiun. Begitu juga dengan siswa, terutama yang dipelosok desa kurang menguasai teknologi untuk pembelajaran. Hari Anak Internasional pertama kali ditetapkan pada tahun 1954 dan dirayakan setiap tanggal 20 November untuk mempromosikan kebersamaan internasional, kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak. Sejumlah riset teranyar juga menunjukkan, saat batuk atau bersin paket virus bisa tersembur hingga jarak eight meter.

Kebijakan pembatasan sosial yang dilaksanakan di bidang pendidikan dengan adanya pemberlakuan sistem pembelajaran jarak jauh atau biasa dikenal sebagai belajar dari rumah bagi seluruh siswa di Indonesia menimbulkan berbagai polemik bagi para siswa dan orang tua siswa. Pada tulisan ini akan diuraikan bagaimana cara menghadapi anak-anak yang bosan dan tertekan dengan adanya pembelajaran daring. Ia adalah salah satu Dosen Prodi PG PAUD Undiksha yang ahli dalam bidang psikologi, Putu Rahayu Ujianti, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Rahayu mulai membahas masalah ini secara umum terlebih dahulu bahwa karena pandemi anak justru kekurangan ruang untuk bermain karena pembatasan sosial.